Home » Teologi Kristen » Penuntun Jurnal Teologi dan Gereja: Gereja Memasuki Milenium Ketiga

Penuntun Jurnal Teologi dan Gereja: Gereja Memasuki Milenium Ketiga

Penuntun Jurnal Teologi dan Gereja: Gereja Memasuki Milenium Ketiga
Tanggal : August 26, 2013
Kategori : Teologi Kristen
Dilihat : 697
Kode Produk : TKRT366
Stok : 4
Harga : Rp 20000
Order Sekarang Juga !!!
Contact Person : Admin tokobuku-langka.com
Hotline : 08158090885
Sms Center : 08158090885
PIN BBM :

TKRT366 Penuntun Jurnal Teologi dan Gereja: Gereja Memasuki Milenium Ketiga

Sinopsis: Sebagian besar tulisan yg tersaji dalam nomor ini bersumber dari Seminar Agama-Agama Litbang PGI (khususnya ke XVI-XVIII, antara tahun 1996-1998). Ketika tulisan2 tersebut disatukan, maka terlihat suatu benang merah yg menghubungkan satu dengan yg lainnya, yaitu: Gereja2 ditantang oleh begitu beragamnya persoalan kehidupan, yg semuanya mendesak gereja untuk menemukan paradigma baru kehadirannya dan pelayanannya di bumi Indonesia. Persoalan itu secara konkrit menyangkut skala makro, yaitu: nasionalisme ndonesia yg dipertaruhkan eksistensinya dihadapan tuntutan dunia global. Dari sudut perjalanan waktu, momen yg secara simbolik dinamai Milenium Ketiga, ternyata memunculkan sejumlah catatan problematik, karena suasana yg dibayangkan antara lain ditandai dengan realitas baru, yg kadang artifisial, kadang virtual, dan kadang ber-kelok2 seperti labirin. Dan pada saat itu, bukan hanya kebebasan memilih yg akan muncul, tetapi juga suatu kekerasan yg tak terbayangkan. Di sinilah agama2 harus hadir, bertahan, bahkan membarui diri. Dan itulah yg coba dikuak oleh para penulis secara kreatif dalam nomor ini. Mereka mengantar kita untuk menghampiri persoalannya sambil menemukan insight, bahkan harapan.

Prof. Olaf Schumann memulai dengan mempertanyakan relevansi nasionalisme, mengingat bahaya politik identitas yg bisa mengulang Holocaust, dalam suatu aksi nasionalisme religius Serbia dalam pembasmian etnis Bosnia.

Sebagai seorang nasionalis tulen, Siswono Yudohusodo mengingatkan agar agama2 proaktif melanjutkan kriteria keadilan sosial di atas, dan menghindapi diri dari konspirasi dengan kekuasaan yg berlangsung, sebab nasionalisme Indonesia akan digerogoti kalau cara2 ini menjadi modus suatu agama.

Dr. Zakaria Ngelow melanjutkan isu ini dengan tuntutan agar agama2 mendorong aktualisasi nilai2 kemanusiaan dalam bingkai kebangsaan Indonesia; sebab kalau tidak bisa2 nasionalisme menjadi kedok opresif, dan membuka jalan bagi disintegrasi bangsa.

Perhatian ini diperkaya oleh M. Imam Aziz yg me-wanti2 agar negara, yg kadang memakai isu nasionalisme tersebut secara aksesif, jangan mulai memobilisasi agama demi legitimasi dirinya.

Dr. Pranarka, selalu terbuka intervensi politik ke dalam tubuh agama itu; karena itu, untuk membuat sorot mata agama2 itu menjadi benar, ia mesti belajar menghayati diri selaku institusi mandiri.

Christian Wibisono mengangkat soal agama yg sedang bergerak dalam skala global. Di dalamnya ia mempertanyakan relevansi penggolongan umat manusia dalam kategori fisik biologis dan ritual agama, yg biasa dilakukan oleh beberapa ilmuwan sekarang ini.

Selanjutnya, Eka dengan gayanya yg khas, menggugat dan sekaligus memperlihatkan jalan baru bagi kehadiran Gereja di Indonesia.

Sedangkan Kutut Suwondo mencoba menganalisis asal-muasal konflik antar agama di Inodnesia. Yg menarik dalam tulisannya ini ialah temuannya bahwa justru setelah adanya pengakuan terhadap Pancasila sebagai satu2nya azas berbangsa dan bernegara (UU No 8 1985), sejumlah konflik yg dilandasi pemikiran yg tidak rasional dan bertentangan dengan moral keagamaan justru semakin merebak.

Akhirnya, menutup penelusuran kita, tersibaklah suatu persoalan Millenium Ketiga bagi umat Kristen; dan agar teraba ruang linkupnya, dalam jurnal ini tersaji suatu tulisan over view Dr. A.A. Yewangoe seputar ihwal Kekristenan dan millenium ketiga itu. Sambil menikmati keluasannya, kita dapat menangkap kebaruan realitas itu, serta paradigma baru kehadiran gereja yg mungkin terjadi.

Penyunting: Arliyanus Larosa Ayub Yahya, Yusak Soleiman

Penerbit: Kelompok Kerja Teologi Sinode GKI Jawa Barat

Tahun Terbit: 1999

Berat: 275 gram

Dimensi: 18 x 25,5 cm

Bahasa: Indonesia

Kondisi: Bekas (Bagus)

 


untuk pemesanan lebih cepat silahkan hubungi
Hp : 08158090885
PIN BBM :
Penuntun Jurnal Teologi dan Gereja: Gereja Memasuki Milenium Ketiga

Detail Produk

  • Pilih jumlah barang
  • Alamat Pengiriman

  • Produk Lainnya

    Produk Terbaru
    Perilaku Organisasi – Jilid 1 & 2
    Soekarno Arsitek Bangsa
    Dari KBK Sampai MBS
    House of Silk
    Wolf Totem
    Lessons for the Living
    Breaking Night
    Samkok 5: Kisah Tiga Kerajaan
    Customer Service
    ym1
    ym2
    Pembayaran
    Pengiriman
    Toko Kami ada di
    Testimoni